Guru, Etika Profesi , dan Pendekatan Pembinaan
Oleh: Edi Syahputra H., S.Pd.
Guru SMA di Aceh / Pemerhati Pendidikan
Rencana pelibatan TNI dan Polri dalam pembinaan kedisiplinan guru, khususnya terkait kerapian berpakaian, belakangan menjadi perhatian publik. Isu ini perlu dilihat secara jernih dan proporsional agar tidak menimbulkan penafsiran yang berlebihan, mengingat pendidikan memiliki karakter pembinaan yang berbeda dengan sektor lain dalam pemerintahan.
Kerapian berpakaian merupakan bagian dari etika profesi guru. Sebagai pendidik, guru diharapkan mampu menampilkan sikap profesional, termasuk dalam hal penampilan di lingkungan sekolah. Penampilan yang rapi dan pantas pada dasarnya bertujuan menciptakan suasana belajar yang tertib, nyaman, serta mencerminkan wibawa lembaga pendidikan di mata peserta didik dan masyarakat.
Dalam praktiknya, pembinaan etika dan disiplin guru selama ini menjadi kewenangan institusi pendidikan. Dinas pendidikan, pengawas sekolah, dan kepala satuan pendidikan memiliki peran langsung dalam memastikan standar tersebut diterapkan. Mekanisme pembinaan ini telah diatur melalui regulasi dan pedoman yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Oleh karena itu, ketika muncul wacana pelibatan institusi di luar sektor pendidikan, diperlukan kejelasan mengenai tujuan dan batas perannya. TNI dan Polri merupakan institusi negara yang memiliki tugas utama di bidang pertahanan dan keamanan. Dalam beberapa program pemerintah, keterlibatan keduanya sering dilakukan dalam kerangka kerja sama lintas sektor, terutama untuk kegiatan yang bersifat pendukung.
Dalam konteks pendidikan, kerja sama lintas sektor tersebut perlu ditempatkan secara tepat. Pendidikan memiliki pendekatan pembinaan yang mengedepankan keteladanan, komunikasi, dan proses edukatif. Pembinaan etika guru umumnya dilakukan melalui mekanisme internal yang memahami dinamika sekolah dan karakter profesi pendidik.
Perhatian terhadap etika berpakaian guru juga tidak dapat dilepaskan dari konteks yang lebih luas. Dunia pendidikan saat ini menghadapi berbagai agenda penting, seperti peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kompetensi guru, pemerataan fasilitas pendidikan, serta pemenuhan hak-hak pendidik. Pembinaan disiplin, termasuk soal penampilan, idealnya menjadi bagian dari upaya yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Pendekatan pembinaan yang bersifat persuasif dan berjenjang selama ini dinilai lebih sesuai dengan dunia pendidikan. Guru sebagai tenaga profesional dibina melalui aturan yang jelas, pengawasan yang konsisten, serta evaluasi yang berkesinambungan. Dalam kerangka ini, peran institusi pendidikan tetap menjadi kunci utama.
Sinergi antarlembaga tetap diperlukan, sepanjang dilakukan secara terukur dan tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan. Keterlibatan pihak di luar sektor pendidikan sebaiknya bersifat mendukung, bukan menggantikan peran pembinaan yang telah berjalan. Kejelasan koordinasi menjadi penting agar tujuan kebijakan dapat tercapai secara efektif.
Ke depan, pembinaan etika profesi guru perlu terus diperkuat melalui mekanisme yang sudah ada. Penegasan regulasi, penguatan fungsi pengawasan, serta pembinaan berkelanjutan di tingkat sekolah menjadi langkah yang relevan. Pada saat yang sama, perhatian terhadap kondisi kerja dan kesejahteraan guru juga perlu berjalan seiring.
Dengan pendekatan yang tepat dan proporsional, pembinaan kedisiplinan guru, termasuk dalam aspek berpakaian, dapat dilakukan tanpa menimbulkan polemik yang tidak perlu. Pendidikan membutuhkan kebijakan yang selaras dengan karakter dunia belajar, sehingga tujuan membangun profesionalisme pendidik dapat tercapai secara berkelanjutan.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Ciptakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Oleh :Edi Syahputra H, S.Pd Sekolah idealnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk belajar dan berkembang. Namun, berbagai peristiwa perundungan, kekerasa
Ketika Guru Mulai Hilang Jiwa Pendidik
Oleh: Edi Syahputra H. Guru adalah jantung pendidikan. Dari ruang kelas yang sederhana hingga sekolah modern, denyut pendidikan bergantung pada kehadiran guru yang mengajar den
Hari Guru Nasional: Sebuah Refleksi Tahunan yang Belum Selesai
Oleh: Edi Syahputra H, S.Pd Setiap tahun, tanggal 25 November menjadi momentum bangsa ini merayakan Hari Guru Nasional. Namun bagi guru, perayaan itu sering hanya menja
Anggota Pramuka Penegak Gudep SMAN 13 Banda Aceh Laksanakan Pembersihan Pantai Gampong Jawa
Banda Aceh — Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir, Anggota Pramuka Gugus Depan (Gudep) SMA Negeri 13 Banda Aceh melaksanakan kegiatan bakti so
Kunjungan Bapak Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh ke SMAN 13 Banda Aceh
Banda Aceh, 06 November 2025 – SMAN 13 Banda Aceh menerima kunjungan kerja Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, pada Kamis (06/11). Kehadiran be
Tes Kemampuan Akademik: Untuk Masa Depan Bangsa yang Cemerlang
Oleh: Edi Syahputra H, SPd – Guru SMAN 13 Banda Aceh Pendidikan merupakan fondasi utama bagi kemajuan sebuah bangsa. Kualitas sumber daya manusia yang unggul tidak lahir
Sanggar Pocut Meurah Intan SMA Negeri 13 Banda Aceh Gelar Latihan Tari Ranup dan Peumulia Jamee
Banda Aceh – Ekstrakurikuler Seni Tari SMA Negeri 13 Banda Aceh kembali menggelar latihan rutin pada Rabu, 29 Oktober 2025, di aula sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh selu
Anggota Pramuka Penegak SMAN 13 Banda Aceh Latihan Semaphore Bersama
Banda Aceh, 31 Oktober 2025 – Anggota Pramuka Penegak Gugus Depan (Gudep) Pangkalan SMA Negerip 13 Banda Aceh melaksanakan latihan semaphore bersama di halaman sekolah. Ke
Menjelang Hari Guru, Guru Belum Sejahtera
Oleh: Edi Syahputra H, SPd Setiap tahun, tanggal 25 November menjadi momentum perenungan nasional. Hari Guru diperingati dengan meriah: upacara, pidato, hingga penghargaa
Nasehat Guru yang Dulu Diremehkan, Kini Jadi Kompas Hidup
Oleh: Edi Syahputra H SPd Dulu, saat duduk di bangku sekolah, banyak dari kita yang menganggap nasihat guru hanya sebagai pengisi waktu di antara pelajaran. Kalimat seper