• SMA NEGERI 13 BANDA ACEH
  • Unggul dan Berprestasi Berlandaskan Iman dan Taqwa

Menjelang Hari Guru, Guru Belum Sejahtera

 

Oleh: Edi Syahputra H, SPd 

Setiap tahun, tanggal 25 November menjadi momentum perenungan nasional. Hari Guru diperingati dengan meriah: upacara, pidato, hingga penghargaan simbolik. Namun di balik gegap gempita itu, ada kenyataan yang tidak bisa disembunyikan — kesejahteraan guru di negeri ini masih jauh dari kata layak.

Guru, yang disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, kerap harus menanggung beban kehidupan yang tidak sebanding dengan pengorbanan mereka. Di banyak daerah, terutama di pelosok, guru honorer masih menerima gaji jauh di bawah standar. Mereka tetap mengajar dengan dedikasi tinggi, meski honor bulanan kadang tak cukup untuk membeli beras sebulan.

Sementara itu, insentif dan tunjangan yang dijanjikan pemerintah sering kali tersendat oleh proses administrasi. Janji kesejahteraan yang digaungkan saban tahun, seolah menjadi gema yang nyaring di podium, namun redup di lapangan. Realitas ini membuat sebagian guru bekerja dengan rasa getir—antara semangat pengabdian dan tekanan kebutuhan hidup.

Ironinya, di saat teknologi pendidikan berkembang dan kurikulum terus berganti, nasib guru justru tidak banyak berubah. Mereka dituntut berinovasi, tetapi tidak selalu difasilitasi. Didorong untuk menguasai teknologi, tetapi sering harus membeli perangkat dari kantong sendiri.

Kita harus jujur mengakui: memperingati Hari Guru tanpa memperbaiki kesejahteraan mereka hanyalah seremoni kosong. Pendidikan yang bermutu tidak akan pernah lahir dari guru yang terus dibebani kegelisahan ekonomi. Guru yang sejahtera adalah fondasi utama bangsa yang beradab.

Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah berhenti menunda. Kesejahteraan guru tidak boleh hanya menjadi agenda tahunan atau wacana politis menjelang pemilu. Ia harus diwujudkan dalam kebijakan yang konsisten, transparan, dan berpihak pada mereka yang setiap hari berdiri di depan kelas menyalakan harapan bangsa.

Menjelang Hari Guru Nasional ke-80 tahun ini, marilah kita belajar untuk tidak sekadar memberi ucapan, tetapi menepati janji. Karena guru bukan hanya pengajar — mereka adalah penjaga nurani bangsa.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SISWA SMAN 13 BANDA ACEH MERAIH JUARA DI AJANG EXPO UNIVERSITAS SERAMBI MEKAH

Siswa SMAN 13 Banda Aceh berhasil menoreh prestasi pada ajang kompetisi Expo Universitas Serambi Mekkah. Tim kuliner yang beranggotakan Miftah Huljannah, Ayu Aprillia dan Rauzatul Var

12/02/2026 10:14 - Oleh Humas SMAN 13 - Dilihat 259 kali
SMA Negeri 13 Banda Aceh Gelar Baca Yasin dan Tausiyah Sambut Ramadhan

  Banda Aceh – SMA Negeri 13 Banda Aceh menggelar kegiatan Baca Yasin dan Tausiyah dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan, Jumat (6/2/2026) di Mushalla SMA Negeri 13 Ban

06/02/2026 09:07 - Oleh Edi Syahputra - Dilihat 124 kali
Kabid GTK Disdik Aceh Serahkan SK PLT Kepala SMA Negeri 13 Banda Aceh

  BANDA ACEH — Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Aceh, Junaidi, S.ST., M.Pd., menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (PLT) Kepala S

26/01/2026 19:21 - Oleh Edi Syahputra - Dilihat 362 kali
Guru di Persimpangan Antara Pendidik dan Pengajar

  Oleh Edi Syahputra H, S.Pd Guru SMA di Aceh dan Pemerhati Pendidikan Dalam wacana pendidikan, istilah guru sering kali dipahami secara sederhana sebagai pihak yang mengajar di

22/01/2026 22:08 - Oleh Edi Syahputra - Dilihat 120 kali
INOVASI PENDIDIKAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN NASIONALISME

Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Salah satu inovasi yang mulai banyak dikembangkan adalah papan tulis digital. Di Indone

20/01/2026 16:39 - Oleh Editor SMAN 13 Banda Aceh - Dilihat 296 kali
Perlindungan Bagi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan:Bukan Sekadar Regulasi

  Oleh: Edi Syahputra H, S.Pd Guru SMA dan Pemerhati Pendidikan   Terbitnya Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan p

17/01/2026 01:17 - Oleh Edi Syahputra - Dilihat 336 kali
Guru Tidak Ingin Diistimewakan, Hanya Ingin Diperlakukan Adil

  Oleh: Edi Syahputra H, S.Pd Guru SMA/Pemerhati Pendidikan   Guru sering ditempatkan dalam posisi yang serba tanggung. Di ruang publik, mereka dipuji sebagai ujung tombak

16/01/2026 16:51 - Oleh Edi Syahputra - Dilihat 249 kali
Ciptakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

  Oleh :Edi Syahputra H, S.Pd Sekolah idealnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk belajar dan berkembang. Namun, berbagai peristiwa perundungan, kekerasa

14/01/2026 19:23 - Oleh Edi Syahputra - Dilihat 490 kali
Guru, Etika Profesi , dan Pendekatan Pembinaan

  Oleh: Edi Syahputra H., S.Pd. Guru SMA di Aceh / Pemerhati Pendidikan   Rencana pelibatan TNI dan Polri dalam pembinaan kedisiplinan guru, khususnya terkait kerapian ber

14/01/2026 17:55 - Oleh Edi Syahputra - Dilihat 298 kali
Ketika Guru Mulai Hilang Jiwa Pendidik

  Oleh: Edi Syahputra H. Guru adalah jantung pendidikan. Dari ruang kelas yang sederhana hingga sekolah modern, denyut pendidikan bergantung pada kehadiran guru yang mengajar den

06/01/2026 22:50 - Oleh Edi Syahputra - Dilihat 264 kali