• SMA NEGERI 13 BANDA ACEH
  • Unggul dan Berprestasi Berlandaskan Iman dan Taqwa

Ciptakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

 

Oleh :Edi Syahputra H, S.Pd

Sekolah idealnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk belajar dan berkembang. Namun, berbagai peristiwa perundungan, kekerasan verbal, hingga tekanan psikologis yang masih terjadi di lingkungan pendidikan menunjukkan bahwa rasa aman di sekolah belum sepenuhnya terwujud.

Negara sebenarnya telah memberi perhatian terhadap persoalan ini melalui berbagai regulasi, salah satunya Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan. Regulasi ini menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang perlindungan bagi peserta didik dari segala bentuk kekerasan.

Meski demikian, kehadiran aturan saja tidak cukup. Sekolah aman dan nyaman lahir dari budaya, bukan sekadar prosedur administratif. Budaya sekolah tercermin dari cara guru berinteraksi dengan siswa, cara pimpinan mengambil keputusan, serta bagaimana seluruh warga sekolah saling menghargai satu sama lain.

Guru memiliki peran kunci dalam membangun iklim psikologis belajar. Ketegasan yang disertai empati akan menciptakan suasana kelas yang kondusif. Disiplin tidak seharusnya dibangun melalui rasa takut, melainkan melalui kesadaran dan keteladanan. Bahasa dan sikap guru dalam keseharian menjadi penentu apakah sekolah terasa ramah atau justru menekan.

Kepala sekolah pun memegang peran strategis dalam menumbuhkan budaya aman. Kepemimpinan yang terbuka, adil, dan berpihak pada keselamatan warga sekolah akan membentuk iklim kerja yang sehat. Toleransi terhadap kekerasan kecil atas nama tradisi atau kedisiplinan hanya akan memperpanjang persoalan.

Budaya sekolah aman juga memerlukan keterlibatan peserta didik, orang tua, dan masyarakat. Ruang dialog yang sehat serta mekanisme pengaduan yang aman perlu dihadirkan agar setiap persoalan dapat diselesaikan tanpa stigma dan intimidasi.

Pada akhirnya, sekolah yang aman dan nyaman bukan diukur dari seberapa banyak aturan yang dibuat, melainkan dari sejauh mana warga sekolah merasa dihargai dan dilindungi. Ketika rasa aman menjadi fondasi, proses pendidikan akan berjalan lebih bermakna dan berkeadaban. Di titik inilah sekolah menjalankan peran sejatinya sebagai ruang pembentukan manusia, bukan sekadar tempat belajar.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SISWA SMAN 13 BANDA ACEH MERAIH JUARA DI AJANG EXPO UNIVERSITAS SERAMBI MEKAH

Siswa SMAN 13 Banda Aceh berhasil menoreh prestasi pada ajang kompetisi Expo Universitas Serambi Mekkah. Tim kuliner yang beranggotakan Miftah Huljannah, Ayu Aprillia dan Rauzatul Var

12/02/2026 10:14 - Oleh Humas SMAN 13 - Dilihat 261 kali
SMA Negeri 13 Banda Aceh Gelar Baca Yasin dan Tausiyah Sambut Ramadhan

  Banda Aceh – SMA Negeri 13 Banda Aceh menggelar kegiatan Baca Yasin dan Tausiyah dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan, Jumat (6/2/2026) di Mushalla SMA Negeri 13 Ban

06/02/2026 09:07 - Oleh Edi Syahputra - Dilihat 125 kali
Kabid GTK Disdik Aceh Serahkan SK PLT Kepala SMA Negeri 13 Banda Aceh

  BANDA ACEH — Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Aceh, Junaidi, S.ST., M.Pd., menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (PLT) Kepala S

26/01/2026 19:21 - Oleh Edi Syahputra - Dilihat 363 kali
Guru di Persimpangan Antara Pendidik dan Pengajar

  Oleh Edi Syahputra H, S.Pd Guru SMA di Aceh dan Pemerhati Pendidikan Dalam wacana pendidikan, istilah guru sering kali dipahami secara sederhana sebagai pihak yang mengajar di

22/01/2026 22:08 - Oleh Edi Syahputra - Dilihat 120 kali
INOVASI PENDIDIKAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN NASIONALISME

Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Salah satu inovasi yang mulai banyak dikembangkan adalah papan tulis digital. Di Indone

20/01/2026 16:39 - Oleh Editor SMAN 13 Banda Aceh - Dilihat 298 kali
Perlindungan Bagi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan:Bukan Sekadar Regulasi

  Oleh: Edi Syahputra H, S.Pd Guru SMA dan Pemerhati Pendidikan   Terbitnya Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan p

17/01/2026 01:17 - Oleh Edi Syahputra - Dilihat 337 kali
Guru Tidak Ingin Diistimewakan, Hanya Ingin Diperlakukan Adil

  Oleh: Edi Syahputra H, S.Pd Guru SMA/Pemerhati Pendidikan   Guru sering ditempatkan dalam posisi yang serba tanggung. Di ruang publik, mereka dipuji sebagai ujung tombak

16/01/2026 16:51 - Oleh Edi Syahputra - Dilihat 249 kali
Guru, Etika Profesi , dan Pendekatan Pembinaan

  Oleh: Edi Syahputra H., S.Pd. Guru SMA di Aceh / Pemerhati Pendidikan   Rencana pelibatan TNI dan Polri dalam pembinaan kedisiplinan guru, khususnya terkait kerapian ber

14/01/2026 17:55 - Oleh Edi Syahputra - Dilihat 299 kali
Ketika Guru Mulai Hilang Jiwa Pendidik

  Oleh: Edi Syahputra H. Guru adalah jantung pendidikan. Dari ruang kelas yang sederhana hingga sekolah modern, denyut pendidikan bergantung pada kehadiran guru yang mengajar den

06/01/2026 22:50 - Oleh Edi Syahputra - Dilihat 266 kali
Hari Guru Nasional: Sebuah Refleksi Tahunan yang Belum Selesai

  Oleh: Edi Syahputra H, S.Pd   Setiap tahun, tanggal 25 November menjadi momentum bangsa ini merayakan Hari Guru Nasional. Namun bagi guru, perayaan itu sering hanya menja

25/11/2025 19:31 - Oleh Edi Syahputra - Dilihat 372 kali