Ciptakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Oleh :Edi Syahputra H, S.Pd
Sekolah idealnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk belajar dan berkembang. Namun, berbagai peristiwa perundungan, kekerasan verbal, hingga tekanan psikologis yang masih terjadi di lingkungan pendidikan menunjukkan bahwa rasa aman di sekolah belum sepenuhnya terwujud.
Negara sebenarnya telah memberi perhatian terhadap persoalan ini melalui berbagai regulasi, salah satunya Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan. Regulasi ini menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang perlindungan bagi peserta didik dari segala bentuk kekerasan.
Meski demikian, kehadiran aturan saja tidak cukup. Sekolah aman dan nyaman lahir dari budaya, bukan sekadar prosedur administratif. Budaya sekolah tercermin dari cara guru berinteraksi dengan siswa, cara pimpinan mengambil keputusan, serta bagaimana seluruh warga sekolah saling menghargai satu sama lain.
Guru memiliki peran kunci dalam membangun iklim psikologis belajar. Ketegasan yang disertai empati akan menciptakan suasana kelas yang kondusif. Disiplin tidak seharusnya dibangun melalui rasa takut, melainkan melalui kesadaran dan keteladanan. Bahasa dan sikap guru dalam keseharian menjadi penentu apakah sekolah terasa ramah atau justru menekan.
Kepala sekolah pun memegang peran strategis dalam menumbuhkan budaya aman. Kepemimpinan yang terbuka, adil, dan berpihak pada keselamatan warga sekolah akan membentuk iklim kerja yang sehat. Toleransi terhadap kekerasan kecil atas nama tradisi atau kedisiplinan hanya akan memperpanjang persoalan.
Budaya sekolah aman juga memerlukan keterlibatan peserta didik, orang tua, dan masyarakat. Ruang dialog yang sehat serta mekanisme pengaduan yang aman perlu dihadirkan agar setiap persoalan dapat diselesaikan tanpa stigma dan intimidasi.
Pada akhirnya, sekolah yang aman dan nyaman bukan diukur dari seberapa banyak aturan yang dibuat, melainkan dari sejauh mana warga sekolah merasa dihargai dan dilindungi. Ketika rasa aman menjadi fondasi, proses pendidikan akan berjalan lebih bermakna dan berkeadaban. Di titik inilah sekolah menjalankan peran sejatinya sebagai ruang pembentukan manusia, bukan sekadar tempat belajar.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Guru, Etika Profesi , dan Pendekatan Pembinaan
Oleh: Edi Syahputra H., S.Pd. Guru SMA di Aceh / Pemerhati Pendidikan Rencana pelibatan TNI dan Polri dalam pembinaan kedisiplinan guru, khususnya terkait kerapian ber
Ketika Guru Mulai Hilang Jiwa Pendidik
Oleh: Edi Syahputra H. Guru adalah jantung pendidikan. Dari ruang kelas yang sederhana hingga sekolah modern, denyut pendidikan bergantung pada kehadiran guru yang mengajar den
Hari Guru Nasional: Sebuah Refleksi Tahunan yang Belum Selesai
Oleh: Edi Syahputra H, S.Pd Setiap tahun, tanggal 25 November menjadi momentum bangsa ini merayakan Hari Guru Nasional. Namun bagi guru, perayaan itu sering hanya menja
Anggota Pramuka Penegak Gudep SMAN 13 Banda Aceh Laksanakan Pembersihan Pantai Gampong Jawa
Banda Aceh — Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir, Anggota Pramuka Gugus Depan (Gudep) SMA Negeri 13 Banda Aceh melaksanakan kegiatan bakti so
Kunjungan Bapak Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh ke SMAN 13 Banda Aceh
Banda Aceh, 06 November 2025 – SMAN 13 Banda Aceh menerima kunjungan kerja Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, pada Kamis (06/11). Kehadiran be
Tes Kemampuan Akademik: Untuk Masa Depan Bangsa yang Cemerlang
Oleh: Edi Syahputra H, SPd – Guru SMAN 13 Banda Aceh Pendidikan merupakan fondasi utama bagi kemajuan sebuah bangsa. Kualitas sumber daya manusia yang unggul tidak lahir
Sanggar Pocut Meurah Intan SMA Negeri 13 Banda Aceh Gelar Latihan Tari Ranup dan Peumulia Jamee
Banda Aceh – Ekstrakurikuler Seni Tari SMA Negeri 13 Banda Aceh kembali menggelar latihan rutin pada Rabu, 29 Oktober 2025, di aula sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh selu
Anggota Pramuka Penegak SMAN 13 Banda Aceh Latihan Semaphore Bersama
Banda Aceh, 31 Oktober 2025 – Anggota Pramuka Penegak Gugus Depan (Gudep) Pangkalan SMA Negerip 13 Banda Aceh melaksanakan latihan semaphore bersama di halaman sekolah. Ke
Menjelang Hari Guru, Guru Belum Sejahtera
Oleh: Edi Syahputra H, SPd Setiap tahun, tanggal 25 November menjadi momentum perenungan nasional. Hari Guru diperingati dengan meriah: upacara, pidato, hingga penghargaa
Nasehat Guru yang Dulu Diremehkan, Kini Jadi Kompas Hidup
Oleh: Edi Syahputra H SPd Dulu, saat duduk di bangku sekolah, banyak dari kita yang menganggap nasihat guru hanya sebagai pengisi waktu di antara pelajaran. Kalimat seper