
Sinopsis Diary Seorang Guru di Masa Pandemi Covid 19
Masa pandemi covid 19 telah mengubah banyak hal dalam dinamika kehidupan di "zaman now". Dunia pendidikan pun kena imbasnya. Sebagai seorang guru yang biasa mengajar melalui tatap muka dan berkomunikasi langsung dengan siswa harus siap menghadapi perubahan tersebut. Begitu juga dengan Penulis buku " Diary Seorang Guru di Masa Pandemi Covid 19" ini. Guru yang mengambil sikap untuk tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang guru yang profesional.
Perubahan kadang membuat rasa tidak nyaman dan sedikit kesulitan. Namun demikian, hal itu tidak dapat dibiarkan terlalu lama, karena Siswa menunggu kehadiran sang guru. Penulis sebagai guru Seni Budaya harus bisa mendampingi siswa yang kebingungan. Penulis segera berinisiatif memanfaatkan pembelajaran digital sebagai solusinya. Terbentuknya group WA untuk menyapa sekaligus memberi semangat juga motivasi kepada para siswa. Belajar dari rumah akhirnya bisa terlaksana.
Hal tersebut penulis rangkum dalam sebuah Diary. Bagaimana sebagai seorang guru berupaya menyampaikan pembelajaran, bimbingan dan penguatan agar siswa tetap optimistis dan semangat menghadapi pandemi Covid -19. Bagaimana kiprah dan ikhtiar seorang guru ketika mengikuti webinar juga belajar menulis gratis via daring bersama Om Jay dan PGRI semua tercatat di "Diary Seorang Guru di Masa Pandemi Covid -19" ini.
Inilah salah satu hikmah di Masa Pandemi Covid 19. Penulis bisa menulis catatan atau diary sebagai bukti untuk sesuatu yang sudah pernah dilakukan. Mendapat banyak ilmu melalui daring. Semua terekam dalam buku sederhana ini .
Penulis: Edi Syahputra H SPd (terbitan tahun 2020)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Biografi Singkat Edi Syahputra H, S.Pd Ketika di Beri Amanah PLT
Pada Tahun 2019 Edi Syahputra H SPd mendapat amanah untuk memimpin SMA Negeri 13 Banda Aceh sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah. Penunjukan ini menjadi bentuk kepercaya
Profil Sosok Edi Syahputra H SPd di SMA Negeri 13 Banda Aceh
Edi Syahputra H SPd merupakan salah satu Tenaga Pendidik yang memiliki peran penting di SMA Negeri 13 Banda Aceh. Beliau tidak hanya dikenal sebagai seorang guru, tetapi juga se
Mengelola Nikmat Kesehatan dan Waktu: Kunci Meningkatkan Derajat Hidup
Dalam kehidupan, ada dua nikmat besar yang sering kali manusia sia-siakan: kesehatan dan waktu luang. Padahal, keduanya adalah modal berharga yang jika dimanfaatkan dengan tepat, dapat
Mengapa Game Lebih Menarik daripada Belajar? Dan Bagaimana Mengubah Hidup Menjadi Game Seru
Di era digital saat ini, jutaan orang menghabiskan waktu berjam-jam dalam dunia game. Sementara itu, untuk duduk fokus selama satu jam saja mengerjakan tugas atau belajar sering terasa
Impian Besar Butuh Mental Besar: Realita Perjalanan Menggapai Cita-Cita
Setiap orang punya impian. Tapi hanya sedikit yang berani mengejarnya sampai tuntas. Menggapai impian besar bukan sekadar urusan bakat atau keberuntungan—ini soal mentalitas yang
Hidup Bukan Sekadar Pintar
Di era yang serba cepat dan kompetitif, kepintaran saja tidak lagi cukup. Dunia kerja, bisnis, bahkan kehidupan sosial menuntut lebih dari sekadar kemampuan akademis. Ada empat hal pent
Ketika Cahaya Dianggap Ancaman: POV Seorang Pendidik
Sebagai seorang pendidik, Kita tentu tidak asing dengan semangat yang menyala-nyala. Setiap hari saya bertemu generasi muda yang penuh potensi, penuh ide, dan tak jarang—penuh nya
Anak-anak Kita Butuh Tantangan, Bukan Cuma Scroll-an
Sebagai seorang pendidik, saya semakin sadar bahwa tantangan terbesar kita hari ini bukan hanya soal kurikulum atau fasilitas sekolah. Tantangan terberat justru datang dari arah yang le
Menjadikan Sekolah Disukai Masyarakat Sekitar
Oleh: Edi Syahputra H SPd Untuk membuat sekolah disukai oleh masyarakat, kuncinya adalah menciptakan lingkungan pos
Catatan Seorang Siswa Baru di Masa MPLS
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Saya senang bisa sekolah di SMA Negeri 13 Kota Banda Aceh, karena saya bisa mendapatkan teman teman baru dan mendapatkan guru gurunya ya